Lorongnya gaya belanda
Katanya laboratorium... Tapi ngga akan kamu temui tabung reaksi dan jas lab warna putih
Kacamata warna merah silver yang tersemat di kepalamu.. Karena tak sanggup menatap matamu. Hanya mendengar suaramu yg lirih.. Tatapan malu, tertunduk layaknya ksatria mengawal putri negerinya. Senyum kecil di pipi ini tak bisa tersembunyikan. Pipi yang chubby dengan senyum ditahannya selalu hadir dalam bayangan gelas makan malam.
Berdiri di depan cermin,,,bayangan yang berdiri penuh dengan nuansa pink jambu. Menyapukan bedak dengan rasa malu. Kupu-kupu terbang membuka pintu di kaca. Ku cinta tanpa sebab tanpa syarat.
Terpatung. Memandang dream catcher ungu di dinding bergoyang ditiup anging. Juntaian bulunya berwarna hijau kuning. Kiasan kah atau kebetulan semata. Melihatnya sedang berpikir di depanku membuatku makin malu. Kaos hitam yang dipakainya seolah tak terpandang oleh mataku. Waktu melambat, tak mampu bergerak jemariku. Membatu lagi.
Tapi tak mampu menggapai. Ini minggu, mulai lupakan semua kejadian kemarin atau menjadi berani jatuh cinta dan berusaha mendekat. Ku pilih untuk lari lagi. Rasanya,, aku ingin menyerah. Dapatkah dia mendengarnya, atau ada yg aneh di diriku. Wajah seram cinta pertamaku... Apakah kau mengutukku? Aku tau ku jahat.. Tapi izinkan aku jatuh cinta sekali lagi.